Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Pererat Silaturahmi, Warga RT 45 Beruntung Jaya Gelar Kurban di Langgar Al-Muhajirin

Pererat Silaturahmi, Warga RT 45 Beruntung Jaya Gelar Kurban di Langgar Al-Muhajirin

  • account_circle Noura Dalla Adilla
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
  • visibility 36
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANJARMASIN – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terlihat jelas dari kegiatan warga RT 45, Beruntung Jaya, Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin.

Pada Iduladha 1447 Hijriah ini, warga setempat kembali menggelar ibadah penyembelihan hewan kurban yang dipusatkan di halaman langgar kebanggaan warga RT. 45 Langgar Al-Muhajirin, Rabu (27/5/2026).

Kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan yang dinanti warga. Selain sebagai bentuk ketaatan menjalankan anjuran agama, momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.

 

Ketua Panitia Kurban, Bapak H.M. Hasby, menuturkan bahwa tahun ini jumlah hewan kurban yang disembelih terdiri dari 5 ekor sapi. Hewan-hewan tersebut merupakan hasil partisipasi warga.

“Alhamdulillah, antusiasme warga sangat tinggi. Proses penyembelihan berlangsung lancar sejak pagi tadi. Semangat gotong royong warga luar biasa, mulai dari proses penyembelihan hingga pendistribusian daging, semua dilakukan secara bahu-membahu,” ujar H.M. Hasby saat ditemui di lokasi.

Senada dengan hal tersebut, Ketua RT 45, Bapak Mulyadi, menyampaikan rasa bangganya terhadap kekompakan warganya. Menurutnya, kegiatan di halaman Langgar Al-Muhajirin ini selain bentuk kegiatan keagamaan, juga sebagai sarana untuk membangun kebersamaan di lingkungan tempat tinggal.

“Saya selaku Ketua RT 45 sangat mengapresiasi kerja keras panitia dan seluruh warga. Terima kasih atas partisipasi aktif Bapak dan Ibu sekalian. Semoga ibadah kurban ini membawa keberkahan bagi kita semua, serta menjadikan lingkungan RT 45 semakin harmonis dan rukun,” tutur Bapak Mulyadi.

Proses penyembelihan yang berlangsung dengan tertib ini pun dipastikan memenuhi standar kesehatan, sehingga daging yang dibagikan kepada warga RT 45 serta masyarakat sekitar yang berhak menerima dalam kondisi aman, sehat, utuh, dan halal.

Kegiatan diakhiri dengan makan bersama seluruh panitia dan warga di lingkungan Langgar Al-Muhajirin, yang semakin memperkuat rasa kekeluargaan di antara warga Beruntung Jaya dan sekitarnya.

Avatar photo

Penulis

Santriwati kelas akhir, hajat meneruskan studi sastra Jepang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bias Integritas dengan Artificial Intelligence dan Originilitas Karya Akademik

    Bias Integritas dengan Artificial Intelligence dan Originilitas Karya Akademik

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Eko Wahyu Nur Sofianto
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Oleh: Eko Wahyu Nur Sofianto* — Menjelang musim pengisian Beban Kinerja Dosen (BKD), istri bertanya kepada saya, “Apakah ada artikel?”. Saya menjawab ada dan saya beri tautan URL artikel. Istri saya mencecar berbagai pertanyaan tentang artikel yang mendadak tiba-tiba ada dan penelitian bukan bibliometric, Systematic Literature Review (SLR), atau Narrative Review. Dengan berbagai diskusi dan […]

  • Pancasila Setelah Upacara Selesai

    Pancasila Setelah Upacara Selesai

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Alfinnor Effendy
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Oleh: Alfinnor Effendy — Setiap tahun, di tanggal 1 Juni, kita kerap melaksanakan kegiatan yang nyaris serupa. Di halaman kantor pemerintahan, sekolah, kampus, hingga berbagai institusi, ramai-ramai digelar upacara peringatan hari lahir Pancasila dengan penuh khidmat. Teks Pancasila dibacakan, pidato kebangsaan disampaikan, dan media sosial dipenuhi kutipan para pendiri bangsa. Pada hari itu, Pancasila seolah […]

  • Foto Keluarga : SH

    In Memorium Haji Muhammad Shaleh

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle M Syarbani Haira
    • visibility 59
    • 0Komentar

    By : M Syarbani Haira – Minggu pagi, akhir Mei 2026, sekitar pukul 08.00 wita, notifikasi HP saya berbunyi. Ternyata kabar duka. Salah satu adik sepupu saya, Haji Muhammad Shaleh, meninggal dunia, dalam usia sekitar 52 tahun. Pria kelahiran desa Tayur kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) ini meninggalkan seorang isteri dan beberapa anak, untuk selama-lamanya. […]

  • Mengajak Wahid Hasyim ‘Membaca’ NU Kini

    Mengajak Wahid Hasyim ‘Membaca’ NU Kini

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Najmi Fuady
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Oleh: Najmi Fuady* — Beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah tulisan berjudul Mengapa Saya Memilih NU yang beredar di Facebook. Penulisnya adalah Allahyarham K.H. Wahid Hasyim, putra dari pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh K.H. Hasyim Asy’ari, sekaligus ayah dari K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Majalah Gema Muslimin menerbitkan tulisan tersebut pada November 1953 di tahun pertamanya. […]

  • Tak Ada Yang Lebih Revolusioner Dari Seorang Pembaca Buku

    Tak Ada Yang Lebih Revolusioner Dari Seorang Pembaca Buku

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Romario
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Oleh: Romario* — Ada kesalahan besar soal bagaimana media menggambarkan pembaca buku, seseorang yang berkacamata sambil mendekap sebuah buku. Padahal pembaca buku adalah orang-orang revolusioner, mereka datang dengan gagasan yang meruntuhkan apa yang telah dipercayai begitu saja. Mereka menelurkan keindahan dan kebrutalan dalam balutan sastra, bahkan menulis sajak-sajak yang bisa saja mengganggu penguasa. Pendiri Republik ini adalah […]

  • Dokument Pribadi

    Mei yang Damai, Menuju Indonesia Negara Damai

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle M Syarbani Haira
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Oleh : M Syarbani Haira – Sebentar lagi kita akan meninggal Mei 2026. Bagi saya, Mei begitu bersejarah. Dibulan ini saya lahir, dan dibulan ini pula saya ikut berdemo menggulingkan Jenderal Besar Soeharto bersama aktivis se Nusantara. Tahun 1977-1978, saya pernah menjadi bagian dari perjuangan mahasiswa di Yogyakarta, menolak pencalonan kembali Presiden Soeharto menjadi Presiden […]

expand_less