Breaking News
light_mode
Beranda » Artikel » Kebenaran dan Kepentingan

Kebenaran dan Kepentingan

  • account_circle Najmi Fuady
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
  • visibility 103
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Selama tujuan masih jauh dari genggaman, manusia akan mencari banyak cara untuk mendekatinya. Ada yang mengejar kekayaan, jabatan, pengaruh, rasa aman, atau sekadar pengakuan. Caranya pun bermacam-macam.

Ada yang bekerja sangat keras, ada yang membangun relasi, ada pula yang memilih memuji dan ada juga yang hanya diam menahan pendapatnya.

Bukan karena itu adalah kebenaran, melainkan karena merasa itulah jalan tercepat menuju apa yang diinginkan. Bukan juga karena tidak perduli, tapi karena agar tetap tetap diterima di lingkaran tertentu.

Tentu saja ini bukan berarti setiap kedekatan pasti palsu, atau semua orang yang menahan diri hanya ingin cari aman.

Manusia tidak sesederhana itu. Namun kita juga tidak bisa menutup mata bahwa kepentingan sering menjadi mesin yang menggerakkan banyak perilaku manusia.

Kadang saya bertanya pada diri sendiri, kalau berada di posisi yang sama, apakah saya benar-benar akan berbeda? Apakah saya tidak akan tergoda melakukan hal serupa demi sesuatu yang saya inginkan atau jaga?

Mungkin itulah realitas manusia. Kita sering mengkritik orang lain karena terlihat terlalu dekat kepada satu sisi, terlalu memuja, atau terlalu mencari keuntungan.

Padahal, dalam bentuk yang berbeda, bisa jadi kita pun pernah melakukan hal yang sama. Hanya skalanya yang berbeda, atau caranya yang tidak terlalu terlihat.

Saya bukan sedang membenarkan atau menyalahkan pilihan siapa pun. Saya cuma ingin mengatakan bahwa dalam hidup, banyak orang bisa tergelincir ke jalan yang serupa demi kepentingannya masing-masing.

Entahlah. Mungkin menjadi manusia memang berarti terus berjuang melawan kepentingan diri sendiri. Berusaha menjaga agar tetap moderat di tengah godaan untuk mengambil jalan yang paling menguntungkan. Meski sering kali, kita semua diam-diam tahu bahwa itu tidaklah mudah.

Penulis

Banjarese, Nahdliyin, Madridista, Alumnus Interdisciplinary Islamic Studies UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Meminati Studi Sosiologi dan Perilaku Informasi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pancasila Setelah Upacara Selesai

    Pancasila Setelah Upacara Selesai

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Alfinnor Effendy
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Oleh: Alfinnor Effendy — Setiap tahun, di tanggal 1 Juni, kita kerap melaksanakan kegiatan yang nyaris serupa. Di halaman kantor pemerintahan, sekolah, kampus, hingga berbagai institusi, ramai-ramai digelar upacara peringatan hari lahir Pancasila dengan penuh khidmat. Teks Pancasila dibacakan, pidato kebangsaan disampaikan, dan media sosial dipenuhi kutipan para pendiri bangsa. Pada hari itu, Pancasila seolah […]

  • Guru Sekumpul, Muktamar NU 1984 dan “Jin Majapahit”

    Guru Sekumpul, Muktamar NU 1984 dan “Jin Majapahit”

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Najmi Fuady
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Oleh: Najmi Fuady* — Dalam salah satu potongan ceramahnya, (Alm) Abah Guru Sekumpul (K.H. Muhammad Zaini, Sekumpul, Martapura, Kalsel) pernah bercerita mengenai kedekatan beliau dengan berbagai kalangan, mencakup berbagai lapisan masyarakat dari tingkat RT hingga Presiden. Beliau bahkan juga berteman dengan golongan jin, karena di antara jin tersebut, ada yang memeluk agama Islam. Namun, beliau menjelaskan […]

  • Moderasi Beragama dan Algoritma Media Sosial: Mengapa Dakwah NU dan Muhammadiyah Tertinggal di YouTube?

    Moderasi Beragama dan Algoritma Media Sosial: Mengapa Dakwah NU dan Muhammadiyah Tertinggal di YouTube?

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Romario
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Oleh: Romario* — NU dan Muhammadiyah adalah dua organisasi Islam yang sudah lama eksis di Indonesia. Secara historis baik NU dan Muhammadiyah terlibat dalam urusan negara bangsa serta memiliki anggota yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia serta menjadi wajah Moderasi Beragama. Seiring perkembangan teknologi dan masuknya gerakan Islam transnasional memberi ancaman bagi NU dan […]

  • Usulan AHWA 2026

    Jangan Biarkan Semangat Separatisme Muncul di NU

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle M Syarbani Haira
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Jangan Biarkan Semangat Separatisme Muncul di NU By : M Syarbani Haira – The Nusantara Insight – Jam’iyah Nahdlatul Ulama dikenal sebagai perkumpulan yang memiliki fondasi perjuangan. Ia bisa dikatakan semacam manhaj, sudut pandang, bahkan pola pikir. Di antara manhaj NU itu adalah mengekor pada apa yang menjadi nilai (value) Ahlussunnah wal-jamaah (Aswaja). Jika saja […]

  • Pesta Sapi

    Pesta Sapi

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Syaipul Adhar
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Oleh: Syaipul Adhar, M.E. — Hari ini, saya teringat suasana Iduladha di kampung. Bukan soal khotbahnya, bukan pula soal siapa yang menyumbang sapi paling besar. Tetapi aroma gotong royongnya. Ada yang memegang tali, ada yang memotong daging. Ada yang membagi kupon, ada pula yang memasak. Tidak semua orang kebagian tugas yang bersih. Ada yang harus […]

  • Dampak Degradasi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Stabilitas Finansial dan Mental Health Masisir

    Dampak Degradasi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Stabilitas Finansial dan Mental Health Masisir

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Chatib Nourie Syaher
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Oleh: Chatib Nourie Syaher, mahasiswa aktif Universitas Al Azhar — Nilai tukar rupiah merupakan salah satu indikator penting dalam perekonomian Indonesia. Pergerakan nilai tukar rupiah memiliki pengaruh yang luas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Ketika rupiah mengalami depresiasi terhadap mata uang asing, terutama dolar Amerika Serikat (USD), dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor makroekonomi tetapi juga […]

expand_less