Breaking News
light_mode
Beranda » Artikel » Keutamaan dan Amalan Hari Tasyrik

Keutamaan dan Amalan Hari Tasyrik

  • account_circle M Syarbani Haira
  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • visibility 43
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Keutamaan dan Amalan Hari TASYRIK, Sebuah Refleksi

Saat ini umat Islam di seluruh dunia sedang memasuki Hari Tasyrik, yakni hari ke-11, 12 dan 13 bulan Dzulhijjah, tahun hijriyah. Tepatnya 3 hari setelah Idul Adha berlangsung, atau hari tasyrik yang ke-3. Dan hari ini, untuk masyarakat Islam Nusantara, dan beberapa negara kawasan Asia, merupakan hari terakhir, hari ketiga.

Hari tasyrik memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan. Karena itulah, maka umat Islam tidak diperkenankan untuk melaksanakan ibadah puasa apa pun. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwa hari tasyrik merupakan hari makan dan minum. Karenanya dilarang berpuasa, dan tepatnya merupakan hari dzikir.

Terkait dengan ini, Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman bahwa, “Ingatlah Allah di hari-hari yang terbilang.” (QS. Al-Baqarah : 203).

Dapat disimpulkan jika yang dimaksud dengan “hari-hari yang terbilang” adalah tiga hari setelah Idul Adha, yang disebut dengan hari tasyrik . Hal ini sebagaimana pendapat dari Ibnu Umar dan mayoritas ulama.

Kenapa Allah Ta’ala mengistimewakan hari tasyrik? Dan kenapa pula Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan hari ini sebagai waktu istimewa untuk berdzikir. Sehingga Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan umat-Nya, kaum muslimin, untuk memperbanyak dzikir di hari ini.

Kemudian, dalam sebuah hadits rasulullah SAW, dari Abdullah bin Qurth radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda : “Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari qurban (Idul Adha) kemudian hari al-qarr .” (HR. Abu Daud 1765).

Sedang yang dimaksud hari ‘al-qarr’ adalah tanggal 11 Dzulhijjah. Ini berdasarkan keterangan dari Imam Ibnu Khuzaimah, bahwa Abu Bakar telah mengatakan bahwa: “Hari ‘al-qarr’ adalah hari kedua setelah hari qurban”.

Selain itu, Imam Al Hasan Al Bashri juga mengatakan bahwa, “Kebaikan di dunia adalah ilmu dan ibadah. Kebaikan di akhirat adalah surga”.

Memahami masalah ini, ulama Sufyan Ats Tsauri dengan tegas mengatakan bahwa, “Kebaikan di dunia adalah ilmu dan rizki yang thoyib. Sedangkan kebaikan di akhirat adalah surga”.

Menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari bi Syarhi Shahibil Bukhari menjelaskan, salah satu keutamaan yang terkandung pada hari tasyrik adalah waktu yang istimewa untuk melakukan ibadah, karena kebanyakan pada hari itu kebanyakan orang lalai.

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani mengutip sebuah hadist, yang menganjurkan umat Islam untuk selalu membaca tahlil, tahmid, dan takbir. Katanya: “pada riwayah Ibnu Umar ada tambahan kalimat diakhirnya, “Perbanyaklah Tahlil, Tahmid, dan Takbir pada Hari Tasyrik” (Al-Asqalani, 2004 M/1424 H).

Nukilan tersebut sekaligus telah menggambarkan, amalan-amalan apakah yang harus dilakukan pada saat hari Tasyriq? Pertama, anjuran untuk memperbanyak berdzikir kepada Allah SWT. Ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala, yang maksudnya : “Ingatlah Allah di hari-hari yang terbilang” (QS. Al-Baqarah : 203). Hari-hari yang terbilang itu adalah di hari tasyrik.

Ini sejalan dengan riwayah dari Nubaisyah al-Hudzali radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda : “Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i).

Kedua, menyemarakkan dzikir pada hari tasyrik. Ini bisa dilakukan dalam beberapa bentuk, antaranya (Lathaiful Ma’arif , 504 – 505) : Melakukan Takbiran setiap selesai shalat wajib. Ini sebagaimana yang dilakukan oleh para sahabat. Sebagaimana praktek Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau dulu bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah dzuhur, hingga pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Ketiga, memperbanyak berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dalam hal ini, sebagian dari para ulama itu telah menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak berdoa di hari tasyrik ini.

Sebagaimana juga telah diriwayatkan oleh Ikrimah (murid Ibn Abbas), dengan mengatakan bahwa, doa berikut dianjurkan untuk dibaca pada hari tasyrik : “rabbnaa aatinaa fid-dun-yaa hasanah wa fil aa-khirati hasanah, wa qinaa adzaaban-naar” (Lathaiful Ma’arif , Hal. 505).

Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad

Mengingat hari Tasyrik merupakan hari yang paling agung di mata Allah SWT, setelah hari raya kurban, maka menjadi relevan jika kita memuliakan hari tasyrik ini dengan sejumlah amalan sebagaimana disebut di atas. Bagaimana pun juga, waktu yang istimewa itu tentu saja akan memberikan ganjaran, yang juga sangat istimewa. Wallahu a’lam bis-sawab … !!!

Avatar photo

Penulis

Pekerja Sosial, Jurnalis, dan Pengamat Sosial. Aktif di networking NGO internasional, for humanity, empowering society, peace and justice. Menekuni Demografi - Geografi, al-Bidayah wa an-Nihayah.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mereset Meritokrasi Muktamar NU 2026

    Mereset Meritokrasi Muktamar NU 2026

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Syaipul Adhar
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Oleh: Syaipul Adhar, M.E., Nahdliyyin Kultural Banua —  Sejatinya, agenda Muktamar PBNU 2026, yang dihelat agustus akan datang, tidaklah sekadar seremonial memilih ketua umum saja. Lebih besar dari itu, ia adalah momentum untuk menata ulang, mereset arah organisasi agar semakin kuat, inklusif, dan mampu merepresentasikan seluruh kekuatan Nahdlatul Ulama dari Sabang sampai Merauke. NU memang […]

  • Mengajak Wahid Hasyim ‘Membaca’ NU Kini

    Mengajak Wahid Hasyim ‘Membaca’ NU Kini

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Najmi Fuady
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Oleh: Najmi Fuady* — Beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah tulisan berjudul Mengapa Saya Memilih NU yang beredar di Facebook. Penulisnya adalah Allahyarham K.H. Wahid Hasyim, putra dari pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh K.H. Hasyim Asy’ari, sekaligus ayah dari K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Majalah Gema Muslimin menerbitkan tulisan tersebut pada November 1953 di tahun pertamanya. […]

  • Dan Jamaah NU pun Ikut Terlena Materialisme

    Dan Jamaah NU pun Ikut Terlena Materialisme

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle M Syarbani Haira
    • visibility 76
    • 1Komentar

    Catatan dari Bumi Kalimantan Saya hadir bumi ini tiga tahun setelah Pemilu 1955. Event ulang tahun tak pernah diperingati khusus. Malah negara yang melakukannya, bersamaan dengan Peringatan Hari Pendidikan Nasional. Sejak lahir, hingga hari ini, umat Islam dari berbagai penjuru dunia setiap saat usai shalat atau pertemuan silaturahim, mendoakan saya bersama umat Islam lainnya, agar […]

  • Rabithah Melayu Banjar Sembelih Hewan Qurban Bantuan Kapolri

    Rabithah Melayu Banjar Sembelih Hewan Qurban Bantuan Kapolri

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Sahran Saukhan
    • visibility 62
    • 2Komentar

    BANJARMASIN – Keluarga besar Rabithah Melayu Banjar melaksanakan penyembelihan hewan qurban bantuan dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada Rabu (27/5/2026). Kegiatan sosial keagamaan ini berlangsung khidmat di Jalan Rahayu, Sungai Lulut, Kota Banjarmasin, segera setelah pelaksanaan ibadah Salat Idul Adha. Rabithah Melayu-Banjar sendiri merupakan perkumpulan kemasyarakatan melayu-banjar yang berfokus pada peningkatan empowering society, […]

  • Ulasan Buku Surrounded By Idiots: Bisakah Kita Membaca Perilaku Manusia?

    Ulasan Buku Surrounded By Idiots: Bisakah Kita Membaca Perilaku Manusia?

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Romario
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Oleh: Romario* — Awal mulanya buku ini ditulis Thomas karena ada seorang pemimpin perusahaan yang marah dengan pegawainya, lalu menganggap orang-orang sekitarnya sebagai idiot. Dari sinilah Thomas tergerak membaca perilaku manusia. Dalam buku ini, ia membagi perilaku manusia dalam empat warna, yakni Merah, Kuning, Hijau dan Biru, dan setiap orang bisa saja dominan di salah satu […]

  • ronaldo dkk

    “Ayat-ayat Cinta Ronaldo-Messi dan Anarkisme Mbappe-Haaland”

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle M Syarbani Haira
    • visibility 32
    • 0Komentar

    “Ayat-ayat Cinta Ronaldo-Messi dan Anarkisme Mbappe-Haaland” By : M Syarbani Haira – Sahabat … !!! Kekaguman dan kecintaan terhadap aktor mesin bola dunia selama tiga, bahkan empat decade terakhir ini, membuat saya harus melanggar tata krama penulisan dunia jurnalistik. Judul berita CNN Indonesia, edisi Kamis, 23 Juni 2026, “Ayat-ayat Cinta Ronaldo-Messi dan Anarkisme Mbappe-Haaland” saya […]

expand_less