Breaking News
light_mode
Beranda » Artikel » Kebohongan Itu Dimulai dari Sistem Pendidikan

Kebohongan Itu Dimulai dari Sistem Pendidikan

  • account_circle Romario
  • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Romario* Selama bergelut dalam dunia pendidikan ada satu hal yang penulis sadari, bahwa sistem pendidikan begitu rumit dan penuh kebohongan.

Ada satu bagian yang penulis paling tidak sukai dan rasanya menjadi Bullshit Job seperti kata David Breegeer, yakni soal akreditasi atau istilah lainnya Borang.

Bahkan borang ini punya plesetan singkatan Bohong dan ngarang, ya sebuah kegiatan untuk meningkatkan kualitas suatu institusi pendidikan dengan menampilkan dokumen dan situasi-situasi yang seolah-olah ideal, lalu mendapat peringkat unggul, baik, dan baik sekali. Tapi sayangnya, selain melelahkan sistem ini juga penuh dengan kebohongan.

Besarnya beban administrasi, untuk menyusun sebuah borang setidaknya perlu puluhan hingga ratusan dokumen, data peserta didik, data pendidik, rencana pembelajaran, evaluasi pendidikan, saranan dan prasarana, dan berbagai hal lainnya soal akreditasi.

Tidak tanggung-tanggung, untuk menyelesaikan dokumen ini perlu waktu satu tahun, karena begitu banyaknya dokumen yang harus disediakan.

Hal paling memuakan, dan mungkin saja disengaja adalah perubahan format yang dilakukan oleh lembaga penilai ketika hendak akreditasi, entah atas tujuan apa.

Yang pasti, penulis mencurigai bahwa lembaga pengada akreditasi dengan sengaja mengubah format demi mengadakan pelatihan berbayar mengelola akreditasi.

Dalam sistem borang, intitusi pendidikan diukur seberapa banyak jumlah peserta didik, dan ini sebenarnya menjadi masalah baik di sekolah maupun di kampus.

Akibat sistem ini, terutama kampus pada akhirnya berlomba-lomba mengumpulkan mahasiswa sebanyak mungkin, tidak peduli apakah mahaiswa yang masuk berkualitas atau tidak, yang paling penting jumlah mahasiswa bisa terpenuhi dalam sistem akreditasi.

Gara-gara ini juga, kampus mempertahankan mahasiswa karena akan sangat sayang sekali ketika ada mahasiswa yang berkurang di setiap semester.

Sistem yang belakangan juga mengganggu adalah soal Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), pada Borang kampus diharuskan untuk memiliki siswa dengan IPK yang baik, maka berubahlah sistem penilaian, yang dulu bisa memberikan mahasiswa nilai C, kini hanya bisa memberikan nilai B.

Karena jika seorang dosen memberi nilai C, maka akan berpengaruh terhadap penilaian IPK. Dan barangkali itu juga yang dialami sekolah, saat guru mau tak mau mengatrol nilai siswa agar sesuai dengan keinginan sistem borang.

Ada hal yang bikin miris lagi, adalah maraknya Joki di kampus, penulis mengalami sendiri saat menguji sidang mahasiswa yang ternyata mengandalkan joki untuk mengerjakan, tapi tetap saja di luluskan, padahal perbuatan tersebut telah mencoreng dunia pendidikan, dan tak sepatutnya dia lulus.

Tapi pengalaman berbeda dialami teman penulis, saat tidak meluluskan mahasiswa karena memang kualitas skripsinya jelek, lalu mahasiswa tersebut enggan kuliah, ia malah disalahkan oleh pimpinan kampus, dan dipaksa membayar SPP si mahasiwa. Sungguh ironi dalam dunian pendidikan.

Seharusnya beban administrasi soal borang ini dihapuskan saja, saya rasa negara dengan pendidikan maju tak akan mau berurusan dengan administrasi yang tak jelas ini, dan tak punya implikasi apa-apa untuk pendidikan, malah menghancurkan pendidikan itu sendiri.

Di Negara Finlandia dan Polandia, fokus yang diutamakan bukanlah administrasi tapi bagaimana menyentuh hati peserta didik.

Di negara pendidikan maju, yang diutamakan adalah bagaimana cara mengajar, memberikan pendidikan yang berkualitas, dibanding tugas-tugas administrasi.

Jika melihat hasil Tes Potensi Akademik yang anjlok belakangan, betapa memperlihat kacaunya sistem pendidika, alih-alih berfokus pada kualitas kita malah fokus pada administrasi yang tak berkesudahan.

Begitupun soal IPK, bahkan sekarang mahasiswa sudah mengalami implus IPK, menjadi wisudawan dengan predikat Cum Laude bukanlah lagi luar biasa, tapi biasa saja, karena mudah mendapatkan nilai selama perkuliahan.

Avatar photo

Penulis

Dosen IAIN Langsa yang hobi membaca buku. Meminati Psikologi, Sosiologi, Filsafat, dan Studi Islam

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dampak Degradasi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Stabilitas Finansial dan Mental Health Masisir

    Dampak Degradasi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Stabilitas Finansial dan Mental Health Masisir

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Chatib Nourie Syaher
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Oleh: Chatib Nourie Syaher, mahasiswa aktif Universitas Al Azhar — Nilai tukar rupiah merupakan salah satu indikator penting dalam perekonomian Indonesia. Pergerakan nilai tukar rupiah memiliki pengaruh yang luas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Ketika rupiah mengalami depresiasi terhadap mata uang asing, terutama dolar Amerika Serikat (USD), dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor makroekonomi tetapi juga […]

  • ronaldo dkk

    “Ayat-ayat Cinta Ronaldo-Messi dan Anarkisme Mbappe-Haaland”

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle M Syarbani Haira
    • visibility 19
    • 0Komentar

    “Ayat-ayat Cinta Ronaldo-Messi dan Anarkisme Mbappe-Haaland” By : M Syarbani Haira – Sahabat … !!! Kekaguman dan kecintaan terhadap aktor mesin bola dunia selama tiga, bahkan empat decade terakhir ini, membuat saya harus melanggar tata krama penulisan dunia jurnalistik. Judul berita CNN Indonesia, edisi Kamis, 23 Juni 2026, “Ayat-ayat Cinta Ronaldo-Messi dan Anarkisme Mbappe-Haaland” saya […]

  • Menjelajahi Berita Terkini dan Esai Menarik

    Menjelajahi Berita Terkini dan Esai Menarik

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Developer
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Berita Terkini Dalam dunia yang serba cepat, mendapatkan berita terkini adalah suatu keharusan. Para pembaca sering mencari informasi terbaru tentang politik, teknologi, budaya, dan kesehatan. Dengan memahami isu-isu ini, kita dapat lebih siap menghadapi tantangan zaman modern. Misalnya, berita politik sering kali menjadi pusat perhatian, memberikan insight tentang kebijakan yang dapat mempengaruhi banyak orang. Esai […]

  • BIN Daerah Kalsel Sumbangkan Sapi Kurban untuk Masyarakat melalui Rabithah Melayu Banjar

    BIN Daerah Kalsel Sumbangkan Sapi Kurban untuk Masyarakat melalui Rabithah Melayu Banjar

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Noura Dalla Adilla
    • visibility 68
    • 1Komentar

    Banjarmasin – Pimpinan BIN Daerah Kalimantan Selatan, seperti tahun sebelumnya, pada momen Idul-adha 1447 Hijriah ini, kembali menyumbangkan seekor sapi melalui Badan Perkumpulan Rabithah Melayu Banjar. Penyembelihan sapi kurban ini dilakukan pada hari ke-2 Idul-adha, Kamis, 28 Mei 2026, bekerja sama dengan PWNU Provinsi Kalimantan Selatan. Lokasi penyembelihan dilakukan di kawasan kediaman Bendahara PWNU Provinsi […]

  • Foto : Dokument MTQ

    Memenangkan Lomba Karya Tulis Ilmiah AL-QUR’AN

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle M Syarbani Haira
    • visibility 30
    • 0Komentar

    By : M Syarbani Haira – Menurut jadwal yang terpublish, pertengahan Juni ini, tepatnya dari tanggal 18 hingga 26 Juni 2026, pemerintah provinsi Kalimantan Selatan, bersama LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an) Kalimantan Selatan akan melaksanakan event tahunan, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) nasional yang ke-37 Tingkat provinsi Kalimantan Selatan. Sesuai jadwal yang sudah disepakati LPTQ Kalimantan […]

  • Kebenaran dan Kepentingan

    Kebenaran dan Kepentingan

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Najmi Fuady
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Selama tujuan masih jauh dari genggaman, manusia akan mencari banyak cara untuk mendekatinya. Ada yang mengejar kekayaan, jabatan, pengaruh, rasa aman, atau sekadar pengakuan. Caranya pun bermacam-macam. Ada yang bekerja sangat keras, ada yang membangun relasi, ada pula yang memilih memuji dan ada juga yang hanya diam menahan pendapatnya. Bukan karena itu adalah kebenaran, melainkan […]

expand_less