Ulasan Buku Surrounded By Idiots: Bisakah Kita Membaca Perilaku Manusia?
- account_circle Romario
- calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Oleh: Romario* — Awal mulanya buku ini ditulis Thomas karena ada seorang pemimpin perusahaan yang marah dengan pegawainya, lalu menganggap orang-orang sekitarnya sebagai idiot. Dari sinilah Thomas tergerak membaca perilaku manusia.
Dalam buku ini, ia membagi perilaku manusia dalam empat warna, yakni Merah, Kuning, Hijau dan Biru, dan setiap orang bisa saja dominan di salah satu warna atau setidaknya memiliki dua warna dalam kepribadiannya.
Secara garis besar, merah dan kuning adalah tipe aktif, sedang hijau dan biru tipe pasif, lalu merah dan biru berorientasi hasil, sedang hijau dan kuning berorientasi hubungan.
Pertama, orang bertipe merah, cara mudah mengenalinya adalah cara bicaranya yang to the point, mereka tidak suka basa-basi, dan tak peduli apakah kamu tersinggung, bagi orang merah yang terpenting adalah masalah selesai atau hasil bisa dicapai.
Orang dengan tipe ini sangat visioner, ia sudah menetapkan target sebelum rapat dimulai, ia sangat optimis dan tidak suka kelambatan atau basa-basi omong kosong.
Kedua, orang bertipe kuning, cara mudah mengenalnya dia adalah orang paling populer, biasanya paling banyak omong, dia bisa membuat orang lain tertawa dan menceritakan berbagai hal.
Orang tipe ini sangat ramah dan mudah sekali memiliki teman. Dibanding merah yang bertujuan hasil, kuning bertujuan hubungan maka mereka menjaga perasaan.
Tapi, tipe kuning sering kali punya imajinasi yang tinggi tapi kurang dalam eksekusi, bahasa lainnya cuman omong tinggi.
Ketiga, orang bertipe hijau, ini adalah tipe kebanyakan orang, biasanya pendiam, tapi mudah jadi pendengar yang baik, orang bertipe hijau gampang menolong orang.
Tipe ini juga tidak suka dengan konflik lebih suka dengan ketenangan, karena jika ada konflik maka ada perubahan besar, dan mereka tidak menyukai itu.
Tapi dalam urusan pekerjaan mereka bisa diandalkan serta punya orientasi terhadap hubungan sehingga jadi menyenangkan.
Keempat, orang bertipe biru, ini adalah orang yang sangat teliti dan begitu detail, kita bisa mengenali bagaimana cara sikapnya yang untuk menilai bahwa sesuatu telah keliru.
Bagi seorang biru ketelitian adalah kunci, segala hal harus logis, teratur, akurat, dan terstruktur.
Mereka berorientasi pada penyelesaian masalah, dan seorang biru tidak mengatakan hal yang tidak penting, bagi mereka diam adalah emas.
Setiap warna memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan bisa saja konflik jika saling bertemu.
Merah dan Hijau adalah kombinasi yang sangat berlawanan, saat merah menghendaki segalanya cepat dan bergerak, Hijau cenderung menyesuaikan dulu, mempersiapkan apa yang harus dikerjakan, dan mudah tersinggung dengan ucapan merah yang to the point.
Begitu juga pasangan Kuning dan Biru, seorang kuning banyak sekali berbicara dan mengawang-awang akan ide yang ingin dicapainya. Di sinilah yang tak disukai biru, mereka tak suka dengan ide yang mengawang, semuanya harus realistis, terukur, dan detail pada apa yang ingin dicapai.
Memahami emosi mereka juga sangatlah penting. Merah adalah tipe yang langsung mengatakan apa yang dipikirkan, hingga bentuk kemarahan bagi mereka bukan kemarahan, itu hanyalah cara mereka berkomunikasi mengungkapkan pendapat dengan meninggikan suara.
Sedangkan orang kuning menyampaikan kemarahannya dengan ekspresif, tatapan mata yang intens, bahasa tubuh yang tidak sabaran, namun keuntungan orang kuning yang ceria akan cepat merasa bersalah jika telah melampiaskan amarah dan akan bersikap baik kembali.
Lalu Hijau adalah tipe pemarah yang mendendam, mereka tak akan menyampaikan apa yang ada di pikirannya, tapi diam-diam akan menjauhi, menghindar, dan tak memedulikan.
Sedangkan orang Biru mengekspresikan kemarahannya dengan keluhan, terutama jika sebuah pekerjaan tak berjalan teratur, atau ada sesuatu yang keliru, mereka akan menggerutu dengan apa yang terjadi.
Buku ini menarik untuk membaca perilaku orang sekitar yang ternyata punya gaya yang berbeda-beda, setidaknya ini menjadi panduan dasar untuk menghadapi berbagai perilaku manusia, baik si Merah, Kuning, Hijau dan Biru.
Meski letak kelemahan buku ini adalah penyederhanaannya bagi setiap warna, dan membayangkan setiap orang bisa saja memiliki dua warna atau tiga warna.
Tapi menarik, penulis buku ini menguji coba setiap warna bergabung dalam satu kelompok sesuai warnanya, namun yang terjadi adalah kekacauan. Kelompok merah saling teriak dan marah, kelompok kuning malah asyik ngobrol mengawang, kelompok hijau malah diam tanpa tahu siapa yang memimpin, sedang kelompok biru hening mencatat setiap topik.
Maka idealnya setiap warna saling berpadu untuk membentuk kelompok yang harmoni.
Penulis Romario
Dosen IAIN Langsa yang hobi membaca buku. Meminati Psikologi, Sosiologi, Filsafat, dan Studi Islam

Saat ini belum ada komentar