Breaking News
light_mode
Beranda » Artikel » “Ayat-ayat Cinta Ronaldo-Messi dan Anarkisme Mbappe-Haaland”

“Ayat-ayat Cinta Ronaldo-Messi dan Anarkisme Mbappe-Haaland”

  • account_circle M Syarbani Haira
  • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Ayat-ayat Cinta Ronaldo-Messi dan Anarkisme Mbappe-Haaland”

By : M Syarbani Haira – Sahabat … !!! Kekaguman dan kecintaan terhadap aktor mesin bola dunia selama tiga, bahkan empat decade terakhir ini, membuat saya harus melanggar tata krama penulisan dunia jurnalistik. Judul berita CNN Indonesia, edisi Kamis, 23 Juni 2026, “Ayat-ayat Cinta Ronaldo-Messi dan Anarkisme Mbappe-Haaland” saya jiplak apa adanya. Tanpa kurang, dan tidak lebih. Jika ada yang berbeda, saya hanya menambahkan punctuation atau symbol dua koma di atas (“) di awal judul dan diakhirnya. Merujuk pedoman ejaan resmi yang diterbitkan oleh pemerintah, ini disebut dengan istilah tanda petik.

Juzt informasi, tanda baca dalam Bahasa Indonesia merupakan symbol yang nggak ada hubungannya dengan suara, kata, atau frasa dalam suatu Bahasa. Tanda baca itu sendiri berperan menunjukkan sebuah struktur tulisan, intonasi, dan jeda pada saat pembacaan.

Ini terpaksa perlu saya sampaikan, karena banyak sekali kaum aktivis, akademisi, bahkan kolomnis, kadang tak mengerti makna dan maksudnya. Mereka hanya sekadar menulis, atau membaca seadanya, tanpa mengerti substansi maksud dan tujuannya. Ironis, para dosen pembimbing, yang menguji banyak skripsi, tesis, bahkan disertasi, juga setali tiga uang.

Demikian pula dengan para tokoh yang ditunjuk menjadi anggota Dewan Seleksi Lembaga tertentu, atau Dewan Hakim perlombaan tertentu, hanya bermodalkan yang bersangkutan sudah bergelar sarjana, tetapi tidak pernah belajar seluk beluk Bahasa, termasuk tanda baca itu, untuk apa? Padahal dalam banyak kegiatan, aspek kebahasaan, atau tata Bahasa, merupakan salah satu bidang yang harus diuji kompetensinya, jika sedang ada tugas membikin, atau menguji naskah atau makalah.

Itu sebabnya, meski tulisan ini terkait dengan fenomena pertandingan sepak bola dunia, atau World Cup hari ini sedang ramai, yang sedang berlangsung di negeri paman sam, Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada, saya juga secara ber-sengaja menyinggung sedikit soal tata bahasa, atau ke-bahasa-an, dan berikut penggunannya.

Mengawali beritanya, CNN  menulis : “Dua megabintang, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, memperlihatkan magisnya belum luntur di Piala Dunia 2026, kendati usia tak muda lagi”.

“Seperti empat tahun lalu atau bahkan delapan tahun lalu, dua poros prestasius ini tetap jadi sorotan di Piala Dunia 2026. Media sosial pun tetap riuh membandingkan”.

“Seperti sebuah novel tetralogi, belum diketahui apakah adicerita Messi sudah di buku ketiga atau keempat. Mungkin Messi sudah di senja karier, tetapi belum paripurna”, begitu dramatisasi berita CNN yang home base-nya di ibukota negara Republik Indonesia, Jakarta.

Dunia yang Berubah Cepat

Sebelum meneruskan berita ini, saya ingin menjelaskan sedikit siapa sebetulnya pemilik CNN Indonesia ini? Kenapa? Karena sejumlah sahabat jurnalis di luar negeri kadang nanya, apakah CNN Indonesia itu merupakan bagian dari CNN Internasional?

Karena saya sudah tak lagi menyandang predikat jurnalis, maka akses saya ke lembaga itu relative susah. Bukan tertutup. Beda dengan status saya tahun 1980-an dan 1990-an, hampir semua instansi bisa saya masuki, termasuk ke badan keamanan, meski tidak sekali dua juga kami diusir.

Namun, di era kemajuan teknologi ini, dunia yang berubah dengan cepatnya ini, informasi apa pun bisa didapat. Ada mbah Google yang bisa membantu. Meski kadang infonya bisa bias, keliru, bahkan salah, tetapi umumnya masih bisa dipercaya.

Melalui publikasinya di Wikipedia, CNN Indonesia dimiliki oleh konglomerat Chairul Tanjung melalui kelompok usahanya, CT Corp, yang menaungi PT Trans Media Corpora. Meski menggunakan merita asal Amerika Serikat, operasional dan kepemilikan lokalnya sepenuhnya dikelola di bawah Perusahaan media nasional tersebut.

Masih menurut Wikipedia, CNN International (CNNI) adalah jaringan televisi kabel dan satelit global, yang menyajikan siaran berita dan analisis urusan terkini dari seluruh dunia. Perusahaan ini dioperasikan oleh Warner Bors. Discovery, saluran ini menyiarkan berita 24 jam non-stop dengan focus pada audiens internasional, yang menurut mereka berbeda dengan CNN versi domestic di AS.

CNN Internationsl focus meliput berita politik, bisnis, teknologi, gaya hidup, dan peristiwa global. Mereka memiliki biro-biro di beberapa kota besar di dunia, seperti Atlanda, London, Hong Kong, dan Abu Dhabi. Beritanya disampaikan dalam Bahasa Inggris, namun CNN Indonesia memiliki otoritas memberitakan produknya CNN International dalam Bahasa Indonesia.

Drama Messi – CR7

Nama Ronaldo kerapkali disebut CR7. Tokoh bola yang kini bermain untuk kesebelasan klub Arab Saudi, Al Nassr ini, pun layaknya serial film perjuangan. CNN belum bisa menyimpulkan, apakah Piala Dunia 2026 sekuel penutup atau malah prekuel menuju klimaks untuk membuat kejutan besar.

“Messi membuka kisah Piala Dunia 2026 dengan trigol. Ia menangis. Lantas terungkap sang ayah sedang dirawat di rumah sakit saat pertandigan melawan Aljazair.

Laga berikutnya, Messi mencipta dwigol ketika melawan Austria setelah sempat gagal sebagai algojo penalti. Messi memecahkan rekor dunia menjelang ulang tahun ke-39.

Adapun Ronaldo mengawali pesta sepak bola sejagat di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini dengan tumpul. Ronaldo dicap egois; kemaruk; loba; tamak; rakus; serakah. Negatif semua.

Namun di laga kedua, Ronaldo menunjukkan bahwa sisi kepahlawanan miliknya masih ada. Ronaldo mencetak dua gol, membungkam kritik sekaligus mengantar Portugal meraih kemenangan”.

Menurut CNN, “satu sikap yang sama ditunjukkan Messi dan Ronaldo atas situasi-situasi itu, cinta. Yang diperlihatkan adalah rasa cinta akan sepak bola, rasa cinta pada negara. Nasionalisme”.

Ditambahkan, “keduanya menunjukkan rasa cinta yang megah di Piala Dunia 2026. Tanpa cinta yang begitu mega, tak mungkin performa mereka berada pada level yang sangat tinggi.

Pada saat yang sama ada Kylian Mbappe dan Erling Haaland yang juga istimewa. Bakat keduanya tak diragukan. Saat ini Haaland dan Mbappe sedang mengukir wiracerita yang tak kalah epik.

Bedanya, yang sudah senja mempertontonkan cinta, yang muda melakukan anarkisme. Mbappe dan Haaland sama-sama menunjukkan performa yang liar di atas lapangan.

Siapakah yang akan menggubah kisah manis di akhir Piala Dunia 2026? Yang pasti, ada cerita Messi-Ronaldo akan abadi dan epos Mbappe-Haaland bakal merusak tatanan”.

Jika ini yang terjadi, maka bola akan selalu membuat Sejarah. Sejarah manusia dengan segala suka dukanya. Maka itu tak aneh sejarah umat manusia begitu beragam. Mulai dari perebutan isteri antara Qabil dan Habil, hingga maraknya lagu cabul para pemimpin agama, baik yang muslim di pesantren, mau pun para pendeta di kalangan Kristen. Tentu ini hanya sekadar contoh, tentang anomaly manusia yang semakin hari akan semakin beragam (007-banua)

Avatar photo

Penulis

Pekerja Sosial, Jurnalis, dan Pengamat Sosial. Aktif di networking NGO internasional, for humanity, empowering society, peace and justice. Menekuni Demografi - Geografi, al-Bidayah wa an-Nihayah.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantan Aktivis PMII Jember

    Paradoks NU: Ketika Membesar, Jangan Sampai Kehilangan Akar

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Eko Ernada
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Oleh : Eko Ernada, Grad.Dipl.IR, Ph.D.*  –  Ketika para kiai mendirikan Nahdlatul Ulama (NU) pada 1926, sulit membayangkan bahwa organisasi yang lahir dari jaringan pesantren, langgar, dan komunitas-komunitas lokal itu kelak menjelma menjadi salah satu organisasi Islam terbesar di dunia. Dari ruang-ruang sederhana tempat para ulama mendiskusikan masa depan umat, NU tumbuh menjadi kekuatan sosial-keagamaan […]

  • Menalar Sebuah Kebenaran dan Kejujuran

    Menalar Sebuah Kebenaran dan Kejujuran

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Romario
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Oleh: Romario* — Kata benar dan salah adalah dua kata sederhana untuk menentukan apakah suatu tindakan, pikiran, dan pemahaman benar atau salah. Tapi bagaimanakah kita menentukan bahwa sesuatu itu benar dan salah? Di sinilah debat panjang para filsuf terjadi, pertanyaan dasar ini menjadi pondasi dalam menentukan tindakan, pikiran, dan pemahaman. Ada begitu banyak aliran dalam filsafat, […]

  • Sipil Yang Lemah? Penyebab ASN Tidak Ikut Upacara Kemerdekaan di Istana Negara?

    Sipil Yang Lemah? Penyebab ASN Tidak Ikut Upacara Kemerdekaan di Istana Negara?

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Lintang Narendra
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Oleh: Lintang Narendra* — Sejak kecil, masyarakat Indonesia terbiasa melihat seragam sebagai tanda kekuatan. Seragam TNI dan Polri hadir dalam upacara, berita, film, baliho, acara kenegaraan, pengamanan, penanganan bencana, sampai kegiatan di sekolah. Tubuh yang tegap, langkah yang sama, suara komando yang keras, pangkat di pundak, dan senjata yang dibawa menciptakan kesan yang mudah ditangkap: […]

  • Bias Integritas dengan Artificial Intelligence dan Originilitas Karya Akademik

    Bias Integritas dengan Artificial Intelligence dan Originilitas Karya Akademik

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Eko Wahyu Nur Sofianto
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Oleh: Eko Wahyu Nur Sofianto* — Menjelang musim pengisian Beban Kinerja Dosen (BKD), istri bertanya kepada saya, “Apakah ada artikel?”. Saya menjawab ada dan saya beri tautan URL artikel. Istri saya mencecar berbagai pertanyaan tentang artikel yang mendadak tiba-tiba ada dan penelitian bukan bibliometric, Systematic Literature Review (SLR), atau Narrative Review. Dengan berbagai diskusi dan […]

  • Doomscrolling dan Generasi Z: Ancaman Nyata bagi Kesehatan Mental Anak Indonesia

    Doomscrolling dan Generasi Z: Ancaman Nyata bagi Kesehatan Mental Anak Indonesia

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Romario
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Oleh: Romario* — Kesehatan mental telah menjadi permasalahan internasional, termasuk juga di Indonesia. Salah satu penyebab paling besar adalah penggunaan smartphone dan media sosial. Perubahan dari dunia analog ke dunia maya, tidak hanya mengubah kemajuan zaman namun juga meningkatnya permasalahan mental. Dari penelitian yang dilakukan Jonathan Haidth dalam bukunya Generasi Cemas, menunjukan bahwa banyak remaja kecanduan […]

  • Jejak Ulama Timur Tengah: Bagaimana Perannya Membentuk Wajah Islam Indonesia?

    Jejak Ulama Timur Tengah: Bagaimana Perannya Membentuk Wajah Islam Indonesia?

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Romario
    • visibility 33
    • 2Komentar

    Oleh : Romario* — Ustaz populer yang terkenal di media sosial banyak berasal dari alumni Timur Tengah. Contohnya, Ustaz Hanan Attaki (alumni Mesir), Ustaz Abdul Somad (alumni Mesir, Maroko, dan Sudan), Ustaz Adi Hidayat (alumni Libya), dan Khalid Basalamah (alumni Madinah). Latar belakang pendidikan Islam yang mereka tempuh di Timur Tengah menjadikan otoritas keagamaan mereka […]

expand_less