Sejumlah Kandidat Ketum PBNU Dialog dengan Delegasi Kalsel di Kediri
- account_circle Najmi Fuady
- calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

Delegasi NU Kalsel setibanya di Ruang VIP Bandara Juanda menunggu jemputan dari Tim Wakil Gubernur Jatim | Sumber Dok. : Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KEDIRI – Suasana di kompleks Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, terlihat lebih sibuk dari biasanya saat menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026.
Sebagai warga Banjar yang sedang menyelesaikan studi di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, saya ikut memonitor atensi dan keterlibatan elite PWNU Kalsel di Ploso, Kediri.
Beberapa nama yang secara fisik termonitor hadir di lokasi Munas, antaranya adalah Prof. Dr. KH. Fathurahman Azhari, M.H.I., Dr. H. Noor Fahmi, MM., H. Samsul Rani, S.Ag., SH., M.Si., Fathul Ilmi, S.Pd.I., M.Pd., serta Husnul Mukaram, S.Pd., S.E.
Kehadiran para tokoh ini di sela kesibukan acara diisi dengan melakukan serangkaian diskusi. Pertemuan digelar bersama beberapa calon yang digadang-gadang akan maju sebagai ketua umum PBNU pada masa bakti mendatang.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut menjadi ruang dialog untuk menyelaraskan pandangan mengenai masa depan organisasi.
Langkah ini menjadi kesempatan bagi para delegasi untuk mendengarkan langsung gagasan serta visi pengembangan organisasi yang dibawa oleh masing-masing kandidat.
Di saat yang sama, momen ini juga menjadi sarana untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan tantangan nyata yang dihadapi oleh warga Nahdliyin di wilayah Kalimantan Selatan.
Selain dengan calon-calon ketua umum, salah satu delegasi PWNU Kalsel TG. Fathul Ilmi, S.Pd.I., M.Pd juga terlihat dalam beberapa dokumentasi yang didapat ngobrol banyak dengan sebagian pengurus tanfidz dan syuriah PBNU.
Diskusi membahas penguatan program keagamaan dan pendidikan, serta menyentuh peran strategis daerah luar Pulau Jawa dalam pembangunan kemandirian umat.
Pendekatan dialogis seperti ini menunjukkan bagaimana tradisi musyawarah di tubuh Nahdlatul Ulama terus berjalan, di mana keputusan organisasi diawali dengan jalinan silaturahmi dan pertukaran pemikiran antarwilayah.
TG. Fathul Ilmi, S.Pd.I., M.Pd. menyampaikan pandangannya mengenai rangkaian pertemuan yang telah berjalan per hari ini.
“Kami berdiskusi banyak hal terkait masa depan jam’iyah, terutama bagaimana menyinkronkan program pusat agar dampaknya bisa lebih dirasakan oleh warga NU di daerah,” ujar yang akrab disapa Guru Ahul ini.
Kehadiran para tokoh Kalsel di Ploso ini mempertegas komitmen daerah dalam mengawal jalannya Munas dan Konbes NU 2026, dengan harapan forum ini melahirkan keputusan strategis yang membawa kemaslahatan bagi jamaah dan jam’iyyah.
Penulis Najmi Fuady
Banjarese, Nahdliyin, Madridista, Alumnus Interdisciplinary Islamic Studies UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Meminati Studi Sosiologi dan Perilaku Informasi

Saat ini belum ada komentar