Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Sejumlah Kandidat Ketum PBNU Dialog dengan Delegasi Kalsel di Kediri

Sejumlah Kandidat Ketum PBNU Dialog dengan Delegasi Kalsel di Kediri

  • account_circle Najmi Fuady
  • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEDIRI – Suasana di kompleks Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, terlihat lebih sibuk dari biasanya saat menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026.

Sebagai warga Banjar yang sedang menyelesaikan studi di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, saya ikut memonitor atensi dan keterlibatan elite PWNU Kalsel di Ploso, Kediri.

Beberapa nama yang secara fisik termonitor hadir di lokasi Munas, antaranya adalah Prof. Dr. KH. Fathurahman Azhari, M.H.I., Dr. H. Noor Fahmi, MM., H. Samsul Rani, S.Ag., SH., M.Si., Fathul Ilmi, S.Pd.I., M.Pd., serta Husnul Mukaram, S.Pd., S.E.

Kehadiran para tokoh ini di sela kesibukan acara diisi dengan melakukan serangkaian diskusi. Pertemuan digelar bersama beberapa calon yang digadang-gadang akan maju sebagai ketua umum PBNU pada masa bakti mendatang.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut menjadi ruang dialog untuk menyelaraskan pandangan mengenai masa depan organisasi.

Langkah ini menjadi kesempatan bagi para delegasi untuk mendengarkan langsung gagasan serta visi pengembangan organisasi yang dibawa oleh masing-masing kandidat.

Di saat yang sama, momen ini juga menjadi sarana untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan tantangan nyata yang dihadapi oleh warga Nahdliyin di wilayah Kalimantan Selatan.

Selain dengan calon-calon ketua umum, salah satu delegasi PWNU Kalsel TG. Fathul Ilmi, S.Pd.I., M.Pd juga terlihat dalam beberapa dokumentasi yang didapat ngobrol banyak dengan sebagian pengurus tanfidz dan syuriah PBNU.

Diskusi membahas penguatan program keagamaan dan pendidikan, serta menyentuh peran strategis daerah luar Pulau Jawa dalam pembangunan kemandirian umat.

Pendekatan dialogis seperti ini menunjukkan bagaimana tradisi musyawarah di tubuh Nahdlatul Ulama terus berjalan, di mana keputusan organisasi diawali dengan jalinan silaturahmi dan pertukaran pemikiran antarwilayah.

TG. Fathul Ilmi, S.Pd.I., M.Pd. menyampaikan pandangannya mengenai rangkaian pertemuan yang telah berjalan per hari ini.

“Kami berdiskusi banyak hal terkait masa depan jam’iyah, terutama bagaimana menyinkronkan program pusat agar dampaknya bisa lebih dirasakan oleh warga NU di daerah,” ujar yang akrab disapa Guru Ahul ini.

Kehadiran para tokoh Kalsel di Ploso ini mempertegas komitmen daerah dalam mengawal jalannya Munas dan Konbes NU 2026, dengan harapan forum ini melahirkan keputusan strategis yang membawa kemaslahatan bagi jamaah dan jam’iyyah.

Penulis

Banjarese, Nahdliyin, Madridista, Alumnus Interdisciplinary Islamic Studies UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Meminati Studi Sosiologi dan Perilaku Informasi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NU dan DNA Politik-nya

    NU dan DNA Politik-nya

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Najmi Fuady
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Oleh: Najmi Fuady* — Perdebatan mengenai posisi Nahdlatul Ulama (NU) dalam diskursus perpolitikan di Indonesia selalu menjadi hal yang selalu hangat untuk diperbincangkan. Organisasi sosial-keagamaan terbesar ini kerap dipandang berada di persimpangan jalan antara menjaga jarak independensi dengan tarikan kuat kekuasaan. Untuk memahami dinamika hari ini, publik kiranya perlu menengok kembali rekam jejak historis organisasi […]

  • Guru Sekumpul, Muktamar NU 1984 dan “Jin Majapahit”

    Guru Sekumpul, Muktamar NU 1984 dan “Jin Majapahit”

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Najmi Fuady
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Oleh: Najmi Fuady* — Dalam salah satu potongan ceramahnya, (Alm) Abah Guru Sekumpul (K.H. Muhammad Zaini, Sekumpul, Martapura, Kalsel) pernah bercerita mengenai kedekatan beliau dengan berbagai kalangan, mencakup berbagai lapisan masyarakat dari tingkat RT hingga Presiden. Beliau bahkan juga berteman dengan golongan jin, karena di antara jin tersebut, ada yang memeluk agama Islam. Namun, beliau menjelaskan […]

  • Saya Tidak Dapat Sapinya, tapi Saya Punya Pendapat

    Saya Tidak Dapat Sapinya, tapi Saya Punya Pendapat

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Najmi Fuady
    • visibility 117
    • 1Komentar

    Oleh: Najmi Fuady* — Negeri ini memang luar biasa. Soal sapi saja bisa jadi bahan debat nasional berhari-hari, bahkan bisa jadi berminggu-minggu. Padahal sapinya sendiri sudah habis dimakan. Waktu pertama kali baca beritanya, saya pikir Pak Presiden lagi panen raya atau memang punya peternakan pribadi yang selama ini tidak diliput media. Rupanya tidak begitu. 1.098 […]

  • Pererat Silaturahmi, Warga RT 45 Beruntung Jaya Gelar Kurban di Langgar Al-Muhajirin

    Pererat Silaturahmi, Warga RT 45 Beruntung Jaya Gelar Kurban di Langgar Al-Muhajirin

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Noura Dalla Adilla
    • visibility 35
    • 0Komentar

    BANJARMASIN – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terlihat jelas dari kegiatan warga RT 45, Beruntung Jaya, Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin. Pada Iduladha 1447 Hijriah ini, warga setempat kembali menggelar ibadah penyembelihan hewan kurban yang dipusatkan di halaman langgar kebanggaan warga RT. 45 Langgar Al-Muhajirin, Rabu (27/5/2026). Kegiatan ini menjadi agenda rutin […]

  • Foto Keluarga : SH

    In Memorium Haji Muhammad Shaleh

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle M Syarbani Haira
    • visibility 59
    • 0Komentar

    By : M Syarbani Haira – Minggu pagi, akhir Mei 2026, sekitar pukul 08.00 wita, notifikasi HP saya berbunyi. Ternyata kabar duka. Salah satu adik sepupu saya, Haji Muhammad Shaleh, meninggal dunia, dalam usia sekitar 52 tahun. Pria kelahiran desa Tayur kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) ini meninggalkan seorang isteri dan beberapa anak, untuk selama-lamanya. […]

  • Pancasila Setelah Upacara Selesai

    Pancasila Setelah Upacara Selesai

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Alfinnor Effendy
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Oleh: Alfinnor Effendy — Setiap tahun, di tanggal 1 Juni, kita kerap melaksanakan kegiatan yang nyaris serupa. Di halaman kantor pemerintahan, sekolah, kampus, hingga berbagai institusi, ramai-ramai digelar upacara peringatan hari lahir Pancasila dengan penuh khidmat. Teks Pancasila dibacakan, pidato kebangsaan disampaikan, dan media sosial dipenuhi kutipan para pendiri bangsa. Pada hari itu, Pancasila seolah […]

expand_less