Breaking News
light_mode
Beranda » Artikel » Ulasan Serial Teach You A Lesson: Kala Sekolah Tak Bisa Lagi Diatur

Ulasan Serial Teach You A Lesson: Kala Sekolah Tak Bisa Lagi Diatur

  • account_circle Romario
  • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Romario* — Bullying atau perundungan sudah semakin meningkat di kalangan siswa. Tidak hanya perundungan sesama siswa, tapi sudah menyasar dari siswa kepada guru.

Kejadian soal perundungan sering kali viral di media sosial, berbagai bentuk perundungan bisa kita lihat, dari memukuli korban, menarik rambut korban, mencaci maki korban, menendang korban, hingga peristiwa ini membuat korban depresi hingga melakukan bunuh diri atau bahkan membakar gedung sekolah.

Soal guru yang mengalami perundungan tak kalah banyak, ada guru yang dipukul, direndahkan siswa, hingga dikeroyok oleh siswa. Tiba-tiba saja wibawa guru, hilang.

Sejak muncul Undang-Undang Perlindungan Anak, guru tidak diperbolehkan lagi melakukan hukuman berupa fisik.

Dalam Undang-Undang tertuang bahwa anak-anak tidak boleh disakiti secara fisik maupun mental karena dianggap sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia.

Perkembangan selanjutnya, banyak guru terkena laporan karena dianggap melakukan kekerasan, tak tanggung-tanggung pelaporan ini dilakukan oleh orang tua siswa yang tidak terima anaknya diberikan hukuman. Atas peristiwa ini, sejumlah guru akhirnya memilih tidak lagi menegur apa pun yang dilakukan oleh siswa, hingga akhirnya sekolah bukan lagi sekolah.

Pada titik inilah serial Teach You A Lesson yang terdiri dari 10 episode memberikan jawabannya.

Masalah perundungan, kekerasan, perlakuan siswa sewenang-wenang kepada guru, orang tua yang menyudutkan guru, judi online, dan berbagai masalah lainnya, dijawab dengan kehadiran Badan Perlindungan Hak Pendidikan (BPHP) yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan.

Di sekolah yang diawasi BPHP tak ada pembatasan untuk memberikan pelajaran, bahkan diperbolehkan menggunakan kekerasan selama itu menyelamatkan pendidikan.

Teach You A Lesson menggambarkan bahwa marwah sekolah harus dikembalikan, bahwa guru berlaku layaknya guru, dan siswa berlaku layaknya siswa.

Ada kata-kata menarik dari tokoh utamanya: “jika dokter takut dengan pasien bagaimana dia bisa mengobati, jika pengacara takut dengan klien bagaimana dia bisa membela, dan apabila guru takut dengan siswa bagaimana dia bisa mendidik”. Upaya inilah yang coba dilakukan BPHP di sekolah-sekolah.

Episode 1 dibuka dengan cukup menarik, menceritakan perundungan yang dilakukan oleh anak pejabat. Saking berkuasanya si perundung, pihak sekolah pun tak berani menegur dan membiarkan saja.

Padahal si perundung telah menyebabkan korban sampai bunuh diri, tapi dia tak kunjung sadar, dan mencari korban lainnya.

Sampai datanglah BPHP yang tak tanggung memberikan pelajaran kepada si perundung, dengan memukulnya, mempermalukannya, dan tak membiarkannya mengadu pada orang tuanya yang pejabat. Hingga si perundung mengerti bahwa yang telah dia lakukan adalah sebuah kejahatan.

Bagian pertama inilah yang membuat penulis merasa tergugah. Apalagi di tengah maraknya perundungan di sekolah, rasa-rasanya kehadiran guru BK maupun bagian kesiswaan tidak akan efektif menghentikan perundungan yang sedang terjadi.

Dan perlu dikaji ulang juga soal UU Perlindungan Anak, apakah memang perlu guru dibatasi dalam metode mendidik, karena rasa-rasanya anak-anak sekarang makin sering melawan kepada guru dan tak lagi menghormati.

Penulis sendiri punya pengalaman sebagai guru pengganti. Saat di sekolah ada siswa yang melawan karena tak mau satu kelompok dengan temannya, di kelas lain ada pula siswa yang ribut hingga tertidur di dalam kelas, dan tak mengindahkan ketika ditegur.

Mau memberikan hukuman, masih segan karena takut dianggap sebagai kekerasan, tak diberi hukuman maka tak ada perubahan. Maka penulis memilih fokus saja kepada siswa yang mau diajar.

Pernah juga sewaktu jadi guru pengganti di SD, seorang guru agama dilaporkan orang tua siswa lantaran anaknya dicubit. Padahal guru mencubit si siswa karena mengganggu teman-temannya ketika praktik Salat Duha.

Bahkan guru-guru pun jadi kebingungan bagaimana lagi mendidik siswa, yang makin lama tidak lagi menghormati guru karena tak ada hukuman yang membuat jera.

Dan berubahlah keadaan di mana guru takut dengan siswa, seperti yang digambarkan dalam Teach You A Lesson.

Melihat situasi sekarang, kiranya perlu ada BPHP di Indonesia untuk mengembalikan situasi sekolah, apalagi menghadapi siswa yang suka melakukan perundungan.

Avatar photo

Penulis

Dosen IAIN Langsa yang hobi membaca buku. Meminati Psikologi, Sosiologi, Filsafat, dan Studi Islam

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kala Politik Jadi Bencana Bagi NU

    Kala Politik Jadi Bencana Bagi NU

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Romario
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Oleh: Romario*  Catatan Redaksi: Artikel ini merupakan tanggapan dan pemikiran tandingan atas tulisan Najmi Fuady berjudul “NU dan DNA Politik-nya” yang menyoroti rekam jejak historis serta dinamika keterlibatan Nahdlatul Ulama dalam panggung politik nasional. Sudah sejak lama NU ikut berpolitik di Indonesia. Hal ini dimulai dari masa berdirinya Partai Masyumi yang di dalamnya tergabung anak […]

  • Dampak Degradasi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Stabilitas Finansial dan Mental Health Masisir

    Dampak Degradasi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Stabilitas Finansial dan Mental Health Masisir

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Chatib Nourie Syaher
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Oleh: Chatib Nourie Syaher, mahasiswa aktif Universitas Al Azhar — Nilai tukar rupiah merupakan salah satu indikator penting dalam perekonomian Indonesia. Pergerakan nilai tukar rupiah memiliki pengaruh yang luas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Ketika rupiah mengalami depresiasi terhadap mata uang asing, terutama dolar Amerika Serikat (USD), dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor makroekonomi tetapi juga […]

  • Pesta Sapi

    Pesta Sapi

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Syaipul Adhar
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Oleh: Syaipul Adhar, M.E. — Hari ini, saya teringat suasana Iduladha di kampung. Bukan soal khotbahnya, bukan pula soal siapa yang menyumbang sapi paling besar. Tetapi aroma gotong royongnya. Ada yang memegang tali, ada yang memotong daging. Ada yang membagi kupon, ada pula yang memasak. Tidak semua orang kebagian tugas yang bersih. Ada yang harus […]

  • BIN Daerah Kalsel Sumbangkan Sapi Kurban untuk Masyarakat melalui Rabithah Melayu Banjar

    BIN Daerah Kalsel Sumbangkan Sapi Kurban untuk Masyarakat melalui Rabithah Melayu Banjar

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Noura Dalla Adilla
    • visibility 95
    • 1Komentar

    Banjarmasin – Pimpinan BIN Daerah Kalimantan Selatan, seperti tahun sebelumnya, pada momen Idul-adha 1447 Hijriah ini, kembali menyumbangkan seekor sapi melalui Badan Perkumpulan Rabithah Melayu Banjar. Penyembelihan sapi kurban ini dilakukan pada hari ke-2 Idul-adha, Kamis, 28 Mei 2026, bekerja sama dengan PWNU Provinsi Kalimantan Selatan. Lokasi penyembelihan dilakukan di kawasan kediaman Bendahara PWNU Provinsi […]

  • Moderasi Beragama dan Algoritma Media Sosial: Mengapa Dakwah NU dan Muhammadiyah Tertinggal di YouTube?

    Moderasi Beragama dan Algoritma Media Sosial: Mengapa Dakwah NU dan Muhammadiyah Tertinggal di YouTube?

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Romario
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Oleh: Romario* — NU dan Muhammadiyah adalah dua organisasi Islam yang sudah lama eksis di Indonesia. Secara historis baik NU dan Muhammadiyah terlibat dalam urusan negara bangsa serta memiliki anggota yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia serta menjadi wajah Moderasi Beragama. Seiring perkembangan teknologi dan masuknya gerakan Islam transnasional memberi ancaman bagi NU dan […]

  • NU dan DNA Politik-nya

    NU dan DNA Politik-nya

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Najmi Fuady
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Oleh: Najmi Fuady* — Perdebatan mengenai posisi Nahdlatul Ulama (NU) dalam diskursus perpolitikan di Indonesia selalu menjadi hal yang selalu hangat untuk diperbincangkan. Organisasi sosial-keagamaan terbesar ini kerap dipandang berada di persimpangan jalan antara menjaga jarak independensi dengan tarikan kuat kekuasaan. Untuk memahami dinamika hari ini, publik kiranya perlu menengok kembali rekam jejak historis organisasi […]

expand_less