Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Rais Syuriah NU Kalsel, KH Muhammad Wildan Salman: “Pertegas Semangat Persatuan”

Rais Syuriah NU Kalsel, KH Muhammad Wildan Salman: “Pertegas Semangat Persatuan”

  • account_circle Noura Dalla Adilla
  • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Rais Syuriah NU Kalsel, KH Muhammad Wildan Salman: “Pertegas Semangat Persatuan”

BANJARMASINThe Nusantara Insight :  Rais Syuriah PWNU Provinsi Kalimantan Selatan, KH Muhammad Wildan Salman, menegaskan perlunya jamiyyah Nahdlatul Ulama untuk memelopori semangat persatuan bagi Masyarakat luas, baik untuk urusan agama, bangsa atau negara. Penegasan ini disampaikan tokoh ulama Martapura ini, saat menerima kunjungan silaturahim Gus Yusuf Khodari (KH. Muhammad Yusuf Khodari), pimpinan Pondok  Pesantren Asrama Perguruan Islam, Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, dan rombongan, akhir pekan lalu.

Pengasuh Pesantren “Tahfizh Darussalam” Martapura, provinsi Kalimantan Selatan, ini dengan panjang lebar bercerita bagaimana Rasulullah SAW mengagendakan persatuan umat, seperti kaum Muhajirin dan Anshar, sebagai ummatan wahidah, umat yang satu. Piagam Madinah yang disusun beliau pun isinya juga masih soal ini, soal persatuan dan kebersamaan.

Selain soal persatuan, Guru Wildan juga menceritakan hajat Rasulullah SAW yang juga mengagendakan bebasnya umat dari belenggu kelas soal dan ekonomi. Meruntuhkan kasta masyarakat. Terbukti, saat melaksanakan ibadah shalat, seorang bangsawan besar seperti Abu Bakar bisa duduk sejajar dengan seorang budak bernama Bilal, atau orang miskin bernama Ammar. Padahal, bagi orang Quraisy, ini sangat tabu dilakukan.

Agenda besar lainnya dari Rasulullah, tambah Guru Wildan, hapusnya penyakit dendam, dan hoby melakukan peperangan. Lihat saja orang Zionis Israel itu, peperangan menjadi hobby, mereka dendam kejadian masa lalu. Sebaliknya Rasulullah justru mengajarkan untuk membebaskan penyakit dendam dan peperangan itu. Sehingga antar suku siap saling membunuh. “Ini harus dihentikan” tegas Guru Wildan.

Rais Syuriah PWNU Kalteng, KH Chairuddin Halim (berkopiah putih)

Peran Rumah NU

Bagi Rais Syuriah NU Kalsel ini, NU hendaklah dijadikan sebagai “rumah” untuk mempersatukan semua orang, tanpa memandang status social dan asal usul. Orang yang merasa NU menurut santri Darul Ulum Mekkah ini, harusnya bebas dari penyakit dendam, iri dan dengki. Pendiri NU Rais Akbar Kyai Hasyim Asy’ari mendirikan jam’iyah ini justru buat mempersatukan semuanya. “Ini harus menjadi pijakan kita dalam ber-NU”, ucap cicit atau keturunan ulama besar Nusantara, Syekh Muhammad Arsyad al-Banjary.

Jadi jika ada orang ber-NU tetapi tidak melaksanakan Amanah atau pesan dari Rasulullah ini patut diragukan ke-NU-annya. Karena manhaj NU, melalui faham Islam Ahlussunnah wal-jamaah itu, justru menjadi rujukan, melalui sanad guru-gurunya, yang tersambung pada Rasulullah SAW.

Dalam kesempatan tersebut, pelanjut tokoh NU Kalsel KH Salman Djalil (Rais Syuriah NU tahun 1960-an ; Red) mendoakan kepada Gus Yusuf yang sedang tur untuk silaturahim dengan warga NU se Nusantara itu diberikan kemudahan dan Kesehatan dari Allah SWT. “Semoga tercapat segala hajatnya” tegas Guru Wildan, yang disahut “Aamin” oleh jamaah yang hadir.

Layak Menjadi Tim AHWA   

 Pasca silaturahim dengan Rais Syuriah PWNU Kalsel, Gus Yusuf meneruskan perjalanan untuk silaturahim dengan warga NU di Kalteng. Pertemuan di Palangkaraya ini dilakukan di sebuah hotel mewah, yang dihadiri jajaran Syuriah dan Tanfidziah PWNU Kalteng, serta PCNU se Kalimantan Tengah. Turut hadir pula 10 PCNU dari Kalimantan Selatan.

Elite NU Kalteng nampaknya merespon baik kehadiran salah satu kandidat Ketua Umum PBNU ini. Seperti terlihat dari figure yang hadir, ada unsur mustasyar Prof. Dr. H. Khairil anwar, MA, Rais Syuriah KH Drs. Chairuddin Halim, Katib Syuriah KH Drs Riduan Syahrani, M.Si, Ketua Tanfidziah Dr HM Wahyudi F Dirun, dan Sekretaris PWNU Drs. Haji Mariyadi, dan sejumlah pengurus lainnya.

Saat silaturahium, Gus Yusuf bercerita jika sebelum ke Palangkaraya, lebih dulu mampir ke kediaman Rais Syuriah PWNU Kalsel, KH. Muhammad Wildan Salman.

Gus Yusuf bahkan bercerita tentang kemajuan NU di Bumi Kalimantan saat Pemilu 1955 silam, yang perolehannya di atas 65 % (wilayah Kalsel dan Kalteng : red). “Ini lebih besar dari pada di Jawa”, ucap ulama budayawan ini.

Melihat latar belakang Pendidikan Guru Wildan, dan juriat para orang tua dan kakeknya, kemudian pernah nyantri di Mekkah hingga 23 tahun lebih, bahkan menguasai kitab-kitab klasik yang selama ini menjadi rujukan warga nahdliyyin, maka Gus Yusuf dengan lantang bilang, jika Guru Wildan itu ulama hebat. “Beliau layak menjadi salah satu AHWA dalam Muktamar NU ke-35 yang akan datang”.

Menyikapi usulan tersebut, Rais Syuriah PWNU Kalteng, KH. Chairuddin Halim mengamini usulan Gus Yusuf tersebut. “Nanti kita akan kolaborasi terkait dengan calon AHWA, ucap ulama asal Hulu Sungai tersebut (reportase tim 007)

 

Avatar photo

Penulis

Santriwati kelas akhir, hajat meneruskan studi sastra Jepang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BIN Daerah Kalsel Sumbangkan Sapi Kurban untuk Masyarakat melalui Rabithah Melayu Banjar

    BIN Daerah Kalsel Sumbangkan Sapi Kurban untuk Masyarakat melalui Rabithah Melayu Banjar

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Noura Dalla Adilla
    • visibility 71
    • 1Komentar

    Banjarmasin – Pimpinan BIN Daerah Kalimantan Selatan, seperti tahun sebelumnya, pada momen Idul-adha 1447 Hijriah ini, kembali menyumbangkan seekor sapi melalui Badan Perkumpulan Rabithah Melayu Banjar. Penyembelihan sapi kurban ini dilakukan pada hari ke-2 Idul-adha, Kamis, 28 Mei 2026, bekerja sama dengan PWNU Provinsi Kalimantan Selatan. Lokasi penyembelihan dilakukan di kawasan kediaman Bendahara PWNU Provinsi […]

  • Mantan Aktivis PMII Jember

    Paradoks NU: Ketika Membesar, Jangan Sampai Kehilangan Akar

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Eko Ernada
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Oleh : Eko Ernada, Grad.Dipl.IR, Ph.D.*  –  Ketika para kiai mendirikan Nahdlatul Ulama (NU) pada 1926, sulit membayangkan bahwa organisasi yang lahir dari jaringan pesantren, langgar, dan komunitas-komunitas lokal itu kelak menjelma menjadi salah satu organisasi Islam terbesar di dunia. Dari ruang-ruang sederhana tempat para ulama mendiskusikan masa depan umat, NU tumbuh menjadi kekuatan sosial-keagamaan […]

  • Bias Integritas dengan Artificial Intelligence dan Originilitas Karya Akademik

    Bias Integritas dengan Artificial Intelligence dan Originilitas Karya Akademik

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Eko Wahyu Nur Sofianto
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Oleh: Eko Wahyu Nur Sofianto* — Menjelang musim pengisian Beban Kinerja Dosen (BKD), istri bertanya kepada saya, “Apakah ada artikel?”. Saya menjawab ada dan saya beri tautan URL artikel. Istri saya mencecar berbagai pertanyaan tentang artikel yang mendadak tiba-tiba ada dan penelitian bukan bibliometric, Systematic Literature Review (SLR), atau Narrative Review. Dengan berbagai diskusi dan […]

  • Algoritma vs Budaya: Krisis Identitas Anak Muda Indonesia

    Algoritma vs Budaya: Krisis Identitas Anak Muda Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Alfinnor Effendy
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Oleh : Alfinnor Effendy* — Perubahan zaman selalu melahirkan dua kemungkinan sekaligus: kemajuan dan kehilangan. Kemajuan menghadirkan teknologi, kemudahan akses informasi, serta peluang yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan. Namun di saat yang sama, perubahan juga berpotensi membuat manusia kehilangan arah, tercerabut dari akar budayanya, bahkan mengalami krisis makna dalam menjalani kehidupan. Indonesia hari ini sedang […]

  • Menjelajahi Berita Terkini dan Esai Menarik

    Menjelajahi Berita Terkini dan Esai Menarik

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Developer
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Berita Terkini Dalam dunia yang serba cepat, mendapatkan berita terkini adalah suatu keharusan. Para pembaca sering mencari informasi terbaru tentang politik, teknologi, budaya, dan kesehatan. Dengan memahami isu-isu ini, kita dapat lebih siap menghadapi tantangan zaman modern. Misalnya, berita politik sering kali menjadi pusat perhatian, memberikan insight tentang kebijakan yang dapat mempengaruhi banyak orang. Esai […]

  • Kader Pagar Nusa Banjarmasin Raih Juara 1 di Wali Kota Cup 2026

    Kader Pagar Nusa Banjarmasin Raih Juara 1 di Wali Kota Cup 2026

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Sahran Saukhan
    • visibility 12
    • 0Komentar

    BANJARMASIN – Kader Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa PAC Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Muhammad Rofi’i, berhasil menorehkan prestasi gemilang. Ia sukses merebut Juara 1 Kategori Tanding Remaja Kelas B Putera dalam ajang kejuaraan pencak silat Wali Kota Cup Tahun 2026. Kompetisi ini berlangsung di GOR Voli SKB Mulawarman, Kota Banjarmasin, mulai 15 hingga […]

expand_less