Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Rais Syuriah NU Kalsel, KH Muhammad Wildan Salman: “Pertegas Semangat Persatuan”

Rais Syuriah NU Kalsel, KH Muhammad Wildan Salman: “Pertegas Semangat Persatuan”

  • account_circle Noura Dalla Adilla
  • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
  • visibility 45
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Rais Syuriah NU Kalsel, KH Muhammad Wildan Salman: “Pertegas Semangat Persatuan”

BANJARMASINThe Nusantara Insight :  Rais Syuriah PWNU Provinsi Kalimantan Selatan, KH Muhammad Wildan Salman, menegaskan perlunya jamiyyah Nahdlatul Ulama untuk memelopori semangat persatuan bagi Masyarakat luas, baik untuk urusan agama, bangsa atau negara. Penegasan ini disampaikan tokoh ulama Martapura ini, saat menerima kunjungan silaturahim Gus Yusuf Khodari (KH. Muhammad Yusuf Khodari), pimpinan Pondok  Pesantren Asrama Perguruan Islam, Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, dan rombongan, akhir pekan lalu.

Pengasuh Pesantren “Tahfizh Darussalam” Martapura, provinsi Kalimantan Selatan, ini dengan panjang lebar bercerita bagaimana Rasulullah SAW mengagendakan persatuan umat, seperti kaum Muhajirin dan Anshar, sebagai ummatan wahidah, umat yang satu. Piagam Madinah yang disusun beliau pun isinya juga masih soal ini, soal persatuan dan kebersamaan.

Selain soal persatuan, Guru Wildan juga menceritakan hajat Rasulullah SAW yang juga mengagendakan bebasnya umat dari belenggu kelas soal dan ekonomi. Meruntuhkan kasta masyarakat. Terbukti, saat melaksanakan ibadah shalat, seorang bangsawan besar seperti Abu Bakar bisa duduk sejajar dengan seorang budak bernama Bilal, atau orang miskin bernama Ammar. Padahal, bagi orang Quraisy, ini sangat tabu dilakukan.

Agenda besar lainnya dari Rasulullah, tambah Guru Wildan, hapusnya penyakit dendam, dan hoby melakukan peperangan. Lihat saja orang Zionis Israel itu, peperangan menjadi hobby, mereka dendam kejadian masa lalu. Sebaliknya Rasulullah justru mengajarkan untuk membebaskan penyakit dendam dan peperangan itu. Sehingga antar suku siap saling membunuh. “Ini harus dihentikan” tegas Guru Wildan.

Rais Syuriah PWNU Kalteng, KH Chairuddin Halim (berkopiah putih)

Peran Rumah NU

Bagi Rais Syuriah NU Kalsel ini, NU hendaklah dijadikan sebagai “rumah” untuk mempersatukan semua orang, tanpa memandang status social dan asal usul. Orang yang merasa NU menurut santri Darul Ulum Mekkah ini, harusnya bebas dari penyakit dendam, iri dan dengki. Pendiri NU Rais Akbar Kyai Hasyim Asy’ari mendirikan jam’iyah ini justru buat mempersatukan semuanya. “Ini harus menjadi pijakan kita dalam ber-NU”, ucap cicit atau keturunan ulama besar Nusantara, Syekh Muhammad Arsyad al-Banjary.

Jadi jika ada orang ber-NU tetapi tidak melaksanakan Amanah atau pesan dari Rasulullah ini patut diragukan ke-NU-annya. Karena manhaj NU, melalui faham Islam Ahlussunnah wal-jamaah itu, justru menjadi rujukan, melalui sanad guru-gurunya, yang tersambung pada Rasulullah SAW.

Dalam kesempatan tersebut, pelanjut tokoh NU Kalsel KH Salman Djalil (Rais Syuriah NU tahun 1960-an ; Red) mendoakan kepada Gus Yusuf yang sedang tur untuk silaturahim dengan warga NU se Nusantara itu diberikan kemudahan dan Kesehatan dari Allah SWT. “Semoga tercapat segala hajatnya” tegas Guru Wildan, yang disahut “Aamin” oleh jamaah yang hadir.

Layak Menjadi Tim AHWA   

 Pasca silaturahim dengan Rais Syuriah PWNU Kalsel, Gus Yusuf meneruskan perjalanan untuk silaturahim dengan warga NU di Kalteng. Pertemuan di Palangkaraya ini dilakukan di sebuah hotel mewah, yang dihadiri jajaran Syuriah dan Tanfidziah PWNU Kalteng, serta PCNU se Kalimantan Tengah. Turut hadir pula 10 PCNU dari Kalimantan Selatan.

Elite NU Kalteng nampaknya merespon baik kehadiran salah satu kandidat Ketua Umum PBNU ini. Seperti terlihat dari figure yang hadir, ada unsur mustasyar Prof. Dr. H. Khairil anwar, MA, Rais Syuriah KH Drs. Chairuddin Halim, Katib Syuriah KH Drs Riduan Syahrani, M.Si, Ketua Tanfidziah Dr HM Wahyudi F Dirun, dan Sekretaris PWNU Drs. Haji Mariyadi, dan sejumlah pengurus lainnya.

Saat silaturahium, Gus Yusuf bercerita jika sebelum ke Palangkaraya, lebih dulu mampir ke kediaman Rais Syuriah PWNU Kalsel, KH. Muhammad Wildan Salman.

Gus Yusuf bahkan bercerita tentang kemajuan NU di Bumi Kalimantan saat Pemilu 1955 silam, yang perolehannya di atas 65 % (wilayah Kalsel dan Kalteng : red). “Ini lebih besar dari pada di Jawa”, ucap ulama budayawan ini.

Melihat latar belakang Pendidikan Guru Wildan, dan juriat para orang tua dan kakeknya, kemudian pernah nyantri di Mekkah hingga 23 tahun lebih, bahkan menguasai kitab-kitab klasik yang selama ini menjadi rujukan warga nahdliyyin, maka Gus Yusuf dengan lantang bilang, jika Guru Wildan itu ulama hebat. “Beliau layak menjadi salah satu AHWA dalam Muktamar NU ke-35 yang akan datang”.

Menyikapi usulan tersebut, Rais Syuriah PWNU Kalteng, KH. Chairuddin Halim mengamini usulan Gus Yusuf tersebut. “Nanti kita akan kolaborasi terkait dengan calon AHWA, ucap ulama asal Hulu Sungai tersebut (reportase tim 007)

 

Avatar photo

Penulis

Santriwati kelas akhir, hajat meneruskan studi sastra Jepang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto : Dokument MTQ

    Memenangkan Lomba Karya Tulis Ilmiah AL-QUR’AN

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle M Syarbani Haira
    • visibility 39
    • 0Komentar

    By : M Syarbani Haira – Menurut jadwal yang terpublish, pertengahan Juni ini, tepatnya dari tanggal 18 hingga 26 Juni 2026, pemerintah provinsi Kalimantan Selatan, bersama LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an) Kalimantan Selatan akan melaksanakan event tahunan, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) nasional yang ke-37 Tingkat provinsi Kalimantan Selatan. Sesuai jadwal yang sudah disepakati LPTQ Kalimantan […]

  • Pancasila Setelah Upacara Selesai

    Pancasila Setelah Upacara Selesai

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Alfinnor Effendy
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Oleh: Alfinnor Effendy — Setiap tahun, di tanggal 1 Juni, kita kerap melaksanakan kegiatan yang nyaris serupa. Di halaman kantor pemerintahan, sekolah, kampus, hingga berbagai institusi, ramai-ramai digelar upacara peringatan hari lahir Pancasila dengan penuh khidmat. Teks Pancasila dibacakan, pidato kebangsaan disampaikan, dan media sosial dipenuhi kutipan para pendiri bangsa. Pada hari itu, Pancasila seolah […]

  • Ulasan Buku Surrounded By Idiots: Bisakah Kita Membaca Perilaku Manusia?

    Ulasan Buku Surrounded By Idiots: Bisakah Kita Membaca Perilaku Manusia?

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Romario
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Oleh: Romario* — Awal mulanya buku ini ditulis Thomas karena ada seorang pemimpin perusahaan yang marah dengan pegawainya, lalu menganggap orang-orang sekitarnya sebagai idiot. Dari sinilah Thomas tergerak membaca perilaku manusia. Dalam buku ini, ia membagi perilaku manusia dalam empat warna, yakni Merah, Kuning, Hijau dan Biru, dan setiap orang bisa saja dominan di salah satu […]

  • Jejak Ulama Timur Tengah: Bagaimana Perannya Membentuk Wajah Islam Indonesia?

    Jejak Ulama Timur Tengah: Bagaimana Perannya Membentuk Wajah Islam Indonesia?

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Romario
    • visibility 49
    • 2Komentar

    Oleh : Romario* — Ustaz populer yang terkenal di media sosial banyak berasal dari alumni Timur Tengah. Contohnya, Ustaz Hanan Attaki (alumni Mesir), Ustaz Abdul Somad (alumni Mesir, Maroko, dan Sudan), Ustaz Adi Hidayat (alumni Libya), dan Khalid Basalamah (alumni Madinah). Latar belakang pendidikan Islam yang mereka tempuh di Timur Tengah menjadikan otoritas keagamaan mereka […]

  • Bias Integritas dengan Artificial Intelligence dan Originilitas Karya Akademik

    Bias Integritas dengan Artificial Intelligence dan Originilitas Karya Akademik

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Eko Wahyu Nur Sofianto
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Oleh: Eko Wahyu Nur Sofianto* — Menjelang musim pengisian Beban Kinerja Dosen (BKD), istri bertanya kepada saya, “Apakah ada artikel?”. Saya menjawab ada dan saya beri tautan URL artikel. Istri saya mencecar berbagai pertanyaan tentang artikel yang mendadak tiba-tiba ada dan penelitian bukan bibliometric, Systematic Literature Review (SLR), atau Narrative Review. Dengan berbagai diskusi dan […]

  • Kebohongan Itu Dimulai dari Sistem Pendidikan

    Kebohongan Itu Dimulai dari Sistem Pendidikan

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Romario
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Oleh: Romario* — Selama bergelut dalam dunia pendidikan ada satu hal yang penulis sadari, bahwa sistem pendidikan begitu rumit dan penuh kebohongan. Ada satu bagian yang penulis paling tidak sukai dan rasanya menjadi Bullshit Job seperti kata David Breegeer, yakni soal akreditasi atau istilah lainnya Borang. Bahkan borang ini punya plesetan singkatan Bohong dan ngarang, […]

expand_less